mengukur peluang,ada kemungkinan,ada benturan, ada hal yang tak terduga, hingga menipisnya harapan, lalu dari proses itu, mengalir deraslah air, kehidupan tuch seperti belajar pada air sungai. di hulu, begitu bening,di tengah perjalanan,air berubah sesuai pencemaran, belum lagi sampah yang terus menumpuk,dan seakan mencegah air itu mengalir. dari sebuah celah kecil,air selalu lolos dan membesarkan diri di titik terendah,, bersama lumpur, air terus mengalir, lalu di hilir, di satukan oleh laut. di sana, air seragam warnanya. lalu matahari menyinari dengan panasnya, di tiap sudut kehidupan, air terangakat menjadi uap,lalu awan menampung dan mendinginkan dan dia jernih kembali. dan angin membawanya pergi, kemana dia suka. lalu air turun menjadi hujan,dan seragam kembalilah dia bersama tanah,lalu akar akar manja, menyerapnya ke tanah,dan di simpan di perut bumi, sebagai kejernihan air. lalu setelah di gali,maka timbullah kehidupan,...