Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

menjadi persinggahan

kenapa kupu kupu indah hanya mampir ketika terluka. di duniaku yang sunyi,saya sangat peka terhadap keindahan. kadang asa bermunculan,kemudian timbul tenggelam . sedih rasanya menjadi tempat persinggahan,tapi mau bagaimana lagi, saya cuma gubuk tua di pinggir sawah. kadang saya punya keyakinan, dan kadang hilang entah kemana, ah, saya kok menjadi terlalu labil karena penolakan. ya sudahlah toh banyak tokoh indah lainnya yang mudah mudahan mau sama saya

melihat sosok teman kini

Ketika saya melihatnya di masa kanak2,matanya masih bersinar 🌟 tanpa dosa,dengan berbagai pesonanya,dia tumbuh dalam kemudaan.  Lalu setelah lebih dari dua dasawarsa,iya kini terlihat lagi sebagai manusia dewasa ,mungkin di kanak2 ada sedikit jumawa,tapi di kedewasaannya dia tetap sebagai orang tua yang mau melakukan apa saja demi anaknya.  Pesonanya masih ada tapi kesombongan itu mulai terkubur.  Saya melihat dengan jelas begitu seriuslah dia di timpali sikapnya yang tetap manis.  Dia juga manusia biasa yang tak luput di beri cobaan.  Yach segala hal manis sudah di raih dan hal pahitpun mesti di lewati demi sebuah kedewasaan yang bijak.  Langkah langkah tak selamanya lurus, seperti jalanan tak melulu rata,ada yang berlubang ada yang tergenang.  Semoga saja dengan berbagai cobaan, kita menjadi manusia yang lebih baik lagi di dalam segala hal,terutama ibadah kita,semoga makin baik lagi walau kadang tak sempurna

sisi penonton

Setiap hari saya di suguhi oleh tingkah muda mudi. Yang matanya masih polos.  Hidupnya masih ringan. Bercanda dan bertatap wajah dengan sang pujaan hati.  Entah bagaimana jika memasuki jenjang yang lebih serius lagi.  Lalu saya melihat,orang orang yang sudah menikah, tak lagi kata bersantai,seakan di otaknya adalah mencari rezeki saja. Lalu singgahlah dia di warung terbuka milik emakku.  Dia nampak santai bersama keluarganya. Adem banget melihatnya.  Lalu saya juga membaca fb milik beberapa teman yang sudah pisah dengan pasangannya. Yach nampak gimana gitu.  Ah hidup, banyak sekali menuturkan cerita.  Saya sendiri masih asik saja menjadi penonton.  Langkah hidup saya begitu lambat. Mungkin di buat lambat.  Orang sudah punya segalanya malah saya baru memulai. Bukannya malas. Hanya kesempatan yang di pergilir.  Berbagai hasil hampa,memaksa diri ini harus berbijak diri.  Semoga ada ending yang manis untuk sabar yang menjadi belantara.

melihat Indonesia dulu

Membaca Nusantara(Indonesia) di internet.  Rasanya Indah kalau semua bersatu.  Saya pribadi, kecewa, kenapa Xanana Gusmao memisahkan Indonesia dari timor timur? Saya melihat di peta, Indonesia tuch Indah banget. Tapi sekarang di peta, terselip nama negara baru yang dulunya sejajar rapih bernama Indonesia.  Entah, apa yang terjadi dengan timor timur,sehingga mau berpisah dari Indonesia

berpaling

Dia, menyepi di jalan buntu, berjalan di sudut sepi.  Mungkin pikirnya, Sang Pencipta itu tak ada, sehingga dia mencari sosok yang lebih hebat lagi.  Terlihat, di kanan kirinya, anak anaknya lenyap di telan perbedaan. Mungkin banyak yang kecewa padanya tapi dia mencari tentram yang entah apa bentuknya. Di dunia yang ramai, dia asik di jalan buntu, mungkin di pikirannya, jalan buntu itu adalah lautan.  Dan nyata berkata, bahwa jalannya itu tembok yang kokoh lagi sepi.  Dan, entah sampai kapan dia akan kembali menatap,menatap Islam yang indah menentramkan Tulisan ini saya tulis karena prihatin akan keputusan aktor film LS

inspirasi FTV

hmmm,cerita di mulai ketika sulit mengurung,saat ingin terpenjara.  diri letih merumus kesulitan. kadang akal tak sampai ke sana.  atas semua kenyataan yang tak bersahabat,diri mulai berpikir dan di paksa bersujud.  seperti di cambuk rasanya,ketika rumus bahagia di depan mata,bsrbelok begitu saja dari harapan.  hancur rasanya,ketika ekspetasi ingin pergi menjauh. Oleh deretan nyata dan nasihat di depan mata,maka ingin itu perlahan pergi. dan wajah baru muncul di saat yang tepat. maka inilah jalanku seharusnya. hasil nonton ftv Rcti

ada yang harus dilakukan

ada yang harus di lepaskan supaya tahu rasanya lega.  ada yang harus menghilang supaya tahu rasanya ditinggalkan

membicarakan diri sendiri

Rasanya sendiri itu,jalanan luas tak berujung.  Rasanya sendiri itu,angin begitu mesra menyapa.  Rasanya sendiri itu,lagu lagu berceloteh Dan pikiran mengikuti jalan ceritanya.  Rasanya sendiri itu,begitu tak paham ketika di Maki Maki karena cemburu.  Saya cuma bengong Dan sepi berlalu,barulah saya menelaah.  Banyak perempuan perempuan cantik yang saya temui, tapi Dari mata mereka berbicara,saya tidak mempunyai Hal yang menarik.  Dari kesepian,saya pernah melihat sepanjang jalan, banyak yang memperhatikan saya.  Mungkin mereka heran,gembel kok punya motor baru.  Sekarang saat saya kembali ke semula,Dari pandangan orang orang yang saya temui,bahwa seorang saya,bukanlah apa apa.  Dari pengalaman saya mempunyai kuda besi,menghasilkan sahabat di jalan. Tapi sayang nya mereka rata rata dah sepuh.  Dan Dari mereka, saya melihat banyak keakraban. Sedang yang muda muda,mulutnya pada terkunci. Cuma mata mereka yang bisa bicara. Dan Dari pandangan...

suasana malam

Di sebuah pagi yang hening, ada seseorang bersujud penuh hikmat.  Saya melihat, di usianya yang sudah sepuh, ada suasana yang begitu nikmat.  Mungkin, dia sudah lelah dengan hiruk pikuk dunia, sehingga di saat manusia terlelap di waktu yang nikmat itu,dia terbangun, meramu kembali kedekatan kepada Pemilik jiwa raganya. Di sebuah sempat, saya juga melihat, ada sujud yang masih muda, sedang nikmat bergaul Dan mendekatkan diri pada Tuhannya.  Terpikir oleh ku, "apa gerangan yang dia pinta?" Di sebuah sempat lagi, saya sering melihat, dia terbangun di dini waktu tuk sejenak bersujud Dan berdoa.  Terlintas di benak saya,"wah masih muda kok rajin tahajud?" Sedang saya, si pencari suasana, terbangun di setiap suasana Dan berganti momen. Saya melihat, jam 00.00 di kawasan Jababeka,ada banyak manusia yang tidak terlelap sepanjang malam. Siang di jadikan malam,malam di jadikan siang.  Ternyata masih ramai dunia ini.

bertemankan sapu

Rasanya, tangan ini gatal ingin main gitar, mendendangkan lagu lagu inspiratif.  Duhhh kemarau, dimanakah gemericik hujan sedang pergi? Telingaku rasanya rindu akan gemericik air jatuh. Duuuuhh, angin sejuk,khas hujan, kapan kamu meneduhkan suasana hatiku?  Di setiap keseharianku, penaku adalah sapu,  Dia(sapu) seakan berbicara: di mulai dari kebersihan akan timbul cahaya baru.  Saya, saya adalah ketertinggalan, maka selalu mengejar impian dengan perlahan.  Saya, saya adalah tolehan teman, yang tersenyum, kemudian di tinggal pergi.  Saya, saya adalah diri sendiri, yang mencoba bangkit dari segala ketertinggalan, dengan teman saya, sapu !

Ibadah bangkrut

Untuk sekian kalinya saya terus bicara yang membosankan lagi.  Pernah mendengar istilah ibadah bangkrut?  Ibadah bangkrut itu ketika kita punya sifat munafik,memandang remeh ke orang lain. Menghina ke orang lain.  Terus apa hubungannya dengan ibadah kita yang bangkrut?  Biarpun kamu, dhuha tahajudnya tidak pernah alfa, sholat 5 waktu tidak pernah di tinggalkan,dan ibadah sunah lainnya,tapi jika kita menghina sekali saja, terus sampai matinya kamu tidak minta maaf ke orang yang kamu hina, maka amalmu bakal jadi milik orang yang kamu hina. Beratkan????😁 Sebenarnya saya bosan membahas ini. Tapi sekedar untuk info saja,sebab saya pernah mendengar langsung, dari Abah Usman, bahwa orang yang sering di hina itu sebenarnya untung besar nanti di akhirat.  Saya juga pernah membaca, sebab kenapa hidayah itu di cabut, ya karena seseorang memandang remeh ke orang lain. Lebih baik kita banyakin zikir, dan jika melihat yang aneh, kagetnya cukup di dalam hati saja. Manusiawi...

memilih mandiri

berawal dari perbedaan. kemudian langkah menjauhi keakraban.  waktu memberi petualangan baru. saudara baru,kenalan baru.  lalu hari hari di isi dengan pekerjaan yang menjadi rutinitas.  duaaaarrrr,kemudian terdengar dari kejauhan,sang pemikul beban mendengar ayahnya berpulang.  dan hari haripun berlalu.  kini sang tulang punggung sekarang menua. dan kemudian,keletihan merontokkan kesehatannya. dan 2 kali masuk rumah sakit.  dan sang kokoh itu berpulang di kalahkan dengan penyakitnya.  Indramayu,kemudian menyatukan kedua keluarga yang terpisah. selama satu pekan semua menyatu.  dan tiba lagi pintu perantauan memanggil. semua pergi dengan haru dan sedih. sedih kehilangan bapak dan sedih harus berpisah dengan kebersamaan.  dan pada akhirnya,episode baru pun tercipta. dan begitulah kehidupan, selalu menghadirkan pasangannya. BAHAGIA dan SEDIH

bening rindu

Amat berharga ketika cinta berbening rindu,  Berbalas kasih.  Hadir dalam,dalamnya ketulusan. Apapun rindu, dapat merentaskan salju keabadian dalam diri,  Mengingatkan warna  Dalam senandung rintik hujan yang cantik. Lewat lembaran waktu yang usah,  Ku kayuh kenangan, melewati jutaan peristiwa  Dan kemudian sudut cahaya,  Membuka file file yang tergambar cahaya.  Rindupun berkata, lewat jemari senyum dan sisaan suara yang hangat.

sekedar bicara

Angin itu, di rasakan manfaatnya,di rasakan kehadirannya tapi tidak terlihat.  Angin itu tak di rindukan tapi senantiasa hadir di mana saja berada.  Angin itu tak pernah marah walau tak ada yang menyapa.  Hanya orang orang kesepian saja, angin itu begitu akrab menyapa.  Angin itu meredam panas,angin juga masuk kebadan dan bernama udara.  Angin itu identik dengan ketinggian, dan tidak malu ketika berada di bawah.  Angin itu ikhlas,  Angin itu berjiwa besar  Angin itu tak memiliki kesombongan  Angin itu menentramkan juga kadang menyesakkan kalau badan tidak sehat.  Dan di manapun angin,selalu memberi hidup pada yang hidup.  Dan Allah itu puncak kebijaksanaan.  Walau di ingkari tapi tetap memberi tanpa di minta.  Karena apa? Allah tuch Maha Kaya.  Walau tak di cinta, tapi masih memberi bahagia secara tiba tiba.  Sudahkah kita mencontoh prilaku angin?  Yang saya lihat, sombong begitu menggunung, orang biasa tuch...

kenangan 18 juni

Pandangan terakhir putih Abu di 18 juni 2004.  Masih saja kenang terbawa kedalam sepi.  Rindu datang tiba tiba seperti demam  Tiap tiap simbol menjadi pengingat. Di setiap hawa dingin yang mampir,  Ada pandangan yang merasuk.  Mengusik rindu.  Menelaah Rasa,  Dan jujur diri, masih ingin berjumpa  Dalam suasana yang baik. Rindu ini sudah mengering,  Tapi tatapan manis di 18 juni  Secara jujur masih terasa. Belantara, tak juga mengubur rindu  Sungguh,masih Ada kata yang terputus  Yang belum bisa  Melenakan diri ini dalam lelap. Semua tatapan manis itu,  Telah tertutup debu,  Dan air terus menggoresnya menjadi lubang. Rindu itu tak lagi indah,  Cuma lagu lagu yang menghijaukan ingatan.  Dan belaian malam,dapat meneduhkan  Rasa pemasaran

saat semua terpenuhi

Suatu saat, kita akan mengalami proses berat setelah dewasa dan menikah. Satu persatu orang tua kita akan berpulang.  Siap tidak siap, harus siap.  Tangis akan berhamburan,duka akan membumbung,  Bagi yang orang tuanya masih hidup, video call lah,dan perlihatkan buah hati kita, dan saya mengalami sendiri, biar quota habis, biar pulsa habis, melihat orang tua senang tuch, bagai membeli emas sejagat raya.  Ketika kamu satu persatu menikah, tangis orang tua mu pecah saat lengang menyapa.  Beliau itu bahagia, sekaligus teringat sedih ketika susah bersama.  Perlahan, waktu bergeser, kesedihan itu terobati dengan celoteh anak anak kita.  Menjadi dewasa itu,merangkai puzzle,dan mengumpul harapan yang tercecer

pokok ilmu ekonomi

Kemakmuran dan memilih adalah bagian dari ekonomi.  Masalah terbesar ekonomi adalah antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan barang pemenuhan kepuasan yang terbatas,menjadikan kelangkaan

tentang rindu sepihak

Masi tentang rindu yang berpijar,  Dan perlahan, waktu meredupkannya.  Kata kata yang terputus,menemui pangkalnya.  Dan sekarang,amarah itu telah reda.  Dan bahagia dengan telah membela diri dari fitnah itu sungguh nikmat.  Memang rindu masih saja ada.  Tapi mau bagaimana lagi,orang yang di rindu itu sudah tak sejalan,ya wassalam.  Toh dunia itu luas,ya memang dalam hati sech,kamu yang terbaik dalam bersikap,tapi buat apa kalau tidak membela saya di terkaan dan hinaan.  Kamu itu karakter yang saya pinjam,tuk memberi saya semangat bahwa ada seseorang yang pernah melangkah bersama dengan sikap dan paras yang nyata. Dan saya sekarang tidak menjadi pria yang benar benar malang karena kamu pernah memberi warna bagi hidup saya,meski kamu hanya sebagai sahabat. 23 Februari pukul 20.28 · Privasi: Teman

mencoba menikmati ketidak berpihakkan

Saya menulis lagi dalam sendiri,ketika celoteh inspiratif di tv berlalu dengan cantik.  Saya membayangkan,ketika putih abu abu di samakan bersama kondisi,semuanya setara mewarna.  Kemudian waktupun berkesudahan,semua menyebar, mencari warnanya sendiri sendiri.  Warna warni pun tercipta, dan ada yang berbinar becahaya,ada yang langkahnya diam seperti iklan rokok. Dan ujungnya bertanya,apa langkah kita selanjutnya? .  Pikiran saya bilang,ketika kita sukses, tetap rendah hatilah. Ya paling tidak,itulah kesejukkan sesungguhnya.  Bagi orang yang langkahnya diam,berusahalah. Biarkan caci maki itu ada. Toh kita perlu pahit kok. Pahit itu nikmat juga loh !  Allah tuch ga pernah tidur loh,maka selalu ada jalan tuk orang orang yang selalu berusaha.  Selagi kita di beri waktu,maka masih ada sukses meski menguras kesabaran.  Ketika semua mata tak berpihak,maka berdirilah di antara kekecewaan dan nikmatilah,pandanglah orang sukses maka ketika waktunya pas,semu...

saat menjadi penonton

Ahhh waktu kok cepat berlalu,dengan sepenggal rutinitas.  Jalanan selalu saja ramai.  Penuh dengan Rasa bangga mengendarai motornya.  Sedang saya masih asik berjalan sambil mendengarkan musik pembawa suasana. Lagu lagu selalu memutar kata yang sama,otak dalam pikiran juga memutar ingatan yang sama.  Dan kadang merasa menjadi seorang penonton.  Saya banyak menyaksikan begitu beraneka ragamnya suasana hati.  Saya masih saja menonton kehidupan Dan sesekali tersenyum pada yang menyapa saya. Di sudut sepi,saya ingin berbincang sama teman sebangku di SMA,tapi saya masih saja tak paham akan cemburu, sehingga cacian itu begitu saja mengalir.  Mungkinkah karena saya berkawan dengan lawan jenis? Sehingga sikap hangat itu tak terus tumbuh sampai waktu menuakan diri. Aahhh, perasaan hidup saya penuh caci. Tapi ya sudahlah.  Toh saya tak pernah merampok,merampas,menipu orang lain,buktinya saya tetap bebas menulis Dan menjadi penonton kehidupan. Saya kadang...

menjadi seorang ofice boy

jam 5 pagi saya sudah memulai kehidupan. mandi terus sholat subuh menjadi rutinitas yang menyenangkan.  -/+ jam 5.20 wib saya manasin motor. jam 5.30 seringnya sudah sampai kantor.  ngelap meja,nyapu dan ngepel,adalah sarapan tiap pagi.  jam 8.20 kerjaan kelar.  jam 9 pagi semua karyawan hadir di selingi senda gurau, dan "kasja kopi !"  dan semua larut dengan pekerjaannya masing2. saya pun kenyang makan,main game,fban. dan sekali2 di panggil si ibu manja. "kasja,tolong fhoto copy". dan kadang karena bosannya dengan sapaan itu,saya pura2 tuli,dan bersembunyi dalam diam.  jam 12 siang,sholat zhuhur dan tidur sampe sore. hp pun kadang berdering beberapa kali.  jam 4 sore,saya mengambil sampah di ruang atas dan bawah.,jam 4.50 sore,semua gelas kotor dan piringnya saya cuci.  teng jam 5 sore,semua karyawan dengan riang. ya mirip anak sekolah gitu. senangnya segunung.  jam 5.30 sore semua pekerjaan selesai dan saya pamit sama si pemegang kunci. ...

membaca dari pengalaman

Kemajuan,di mulai dari rasa sakit, serta pilu menawan hati.  Dan bahasa logika dan agama,meluruskan niat,dengan pakem pakem  Yang harus di mulai di bentuk. Memang tak mudah dalam mengawal perubahan.  Tapi dengan tekad yang kuat,  Semua pasti akan terwujud.  Dan hal itu,harus di barengi oleh ketidak sukaan yang mengakar.dan ada saja yang harus di korbankan. Atas semua keletihan itu,semua ingatan tercatat, dan terus menjadi tolak ukur.  Perbandingan perbandingan fakta,dan kesamaan suasana,turut andil mencipta dasar hukum. Dari masa lalu kita belajar bijak.  Dari masa lalu juga telah terjadi ciri khas yang menjadi ciri dalam berbangsa.  Musyawarah mengundang mufakat yang amat sangat menentramkan.

menengok ke masa lalu

Dahulu,saat menulis dan membaca itu seharga emas,  Maka,buah pemikiranpun,berbuah manis dan mengubah wajah lalu secara perlahan. Saat zaman sudah jemu dengan belenggu  Maka pembangkangan lewat kata dan wacana begitu mengiris dan memekakkan telinga. Di sebuah aturan kaku,ada bahasa bebas yang ingin di jelang.  Saat zaman kemunduran yang membuat buta akan aksara  Maka bayang bayang kemajuan mulai terasa lewat celoteh ide . Satu persatu karya terbaharui.  Dan pakem pakem lama mulai memudar  Meski taruhannya adalah kebebasan.  Tapi tetap di pijak demi sebuah pembaharuan. Kini saat bebas merdeka,  Kita di landa kenyang oleh rasa malas.  Di suguhilah kita dengan apik hiburan.  Lagi dari sebuah keterbatasan,celah ide begitu membuncah  Dan melahirkan ide ide segar yang mampu mensejahterahkan.  Dan mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan senantiasa berinovasi adalah sebuah keharusan

belajar dari air

mengukur peluang,ada kemungkinan,ada benturan, ada hal yang tak terduga, hingga menipisnya harapan,  lalu dari proses itu, mengalir deraslah air,  kehidupan tuch seperti belajar pada air sungai.  di hulu, begitu bening,di tengah perjalanan,air berubah sesuai pencemaran, belum lagi sampah yang terus menumpuk,dan seakan mencegah air itu mengalir.  dari sebuah celah kecil,air selalu lolos dan membesarkan diri di titik terendah,,  bersama lumpur, air terus mengalir,  lalu di hilir, di satukan oleh laut.  di sana, air seragam warnanya.  lalu matahari menyinari dengan panasnya, di tiap sudut kehidupan, air terangakat menjadi uap,lalu awan menampung dan mendinginkan dan dia jernih kembali. dan angin membawanya pergi, kemana dia suka.  lalu air turun menjadi hujan,dan seragam kembalilah dia bersama tanah,lalu akar akar manja, menyerapnya ke tanah,dan di simpan di perut bumi, sebagai kejernihan air.  lalu setelah di gali,maka timbullah kehidupan,...

pengalan merantau

Dari kecil sudah 10 kali pindah rumah. Memiliki kenalan di berbagai daerah,  Bergumul dengan Lumpur, begitu lumrah. Serta sorot matahari yang begitu panas sangat begitu akrab.  Sayuran adalah sumber penghidupan yang mampu memberi rezeki bertahun tahun.  Tinggal di gubuk di tengah sawah serta suara jangkrik,serta nyamuk, sangat begitu merakyat.  Hidup dalam serba terbatas dengan kebersamaan sangat di rindukan sekarang.  Almarhum bapak dulu ingin segera pulang kampung, tapi perantauan begitu sangat mengikat.  Sekarang hidup sudah kayak lah. Air bersih, rumah di komplek, tidak sekumuh dulu.  Tapi setelah layak Allah memanggil bapak .  Kebersamaan dengan keluarga itu sangat nikmat,  Dan di tiap generasi punya kisahnya masing masing