tentang rindu sepihak
Masi tentang rindu yang berpijar,
Dan perlahan, waktu meredupkannya.
Kata kata yang terputus,menemui pangkalnya.
Dan sekarang,amarah itu telah reda.
Dan bahagia dengan telah membela diri dari fitnah itu sungguh nikmat.
Memang rindu masih saja ada.
Tapi mau bagaimana lagi,orang yang di rindu itu sudah tak sejalan,ya wassalam.
Toh dunia itu luas,ya memang dalam hati sech,kamu yang terbaik dalam bersikap,tapi buat apa kalau tidak membela saya di terkaan dan hinaan.
Kamu itu karakter yang saya pinjam,tuk memberi saya semangat bahwa ada seseorang yang pernah melangkah bersama dengan sikap dan paras yang nyata. Dan saya sekarang tidak menjadi pria yang benar benar malang karena kamu pernah memberi warna bagi hidup saya,meski kamu hanya sebagai sahabat.
23 Februari pukul 20.28 ·
Privasi: Teman
Komentar
Posting Komentar