kenangan 18 juni


Pandangan terakhir putih Abu di 18 juni 2004.
 Masih saja kenang terbawa kedalam sepi.
 Rindu datang tiba tiba seperti demam
 Tiap tiap simbol menjadi pengingat.
Di setiap hawa dingin yang mampir,
 Ada pandangan yang merasuk.
 Mengusik rindu.
 Menelaah Rasa,
 Dan jujur diri, masih ingin berjumpa
 Dalam suasana yang baik.
Rindu ini sudah mengering,
 Tapi tatapan manis di 18 juni
 Secara jujur masih terasa.
Belantara, tak juga mengubur rindu
 Sungguh,masih Ada kata yang terputus
 Yang belum bisa
 Melenakan diri ini dalam lelap.
Semua tatapan manis itu,
 Telah tertutup debu,
 Dan air terus menggoresnya menjadi lubang.
Rindu itu tak lagi indah,
 Cuma lagu lagu yang menghijaukan ingatan.
 Dan belaian malam,dapat meneduhkan
 Rasa pemasaran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bertemankan sapu

sisi penonton

suasana malam