belajar dari air
mengukur peluang,ada kemungkinan,ada benturan, ada hal yang tak terduga, hingga menipisnya harapan,
lalu dari proses itu, mengalir deraslah air,
kehidupan tuch seperti belajar pada air sungai.
di hulu, begitu bening,di tengah perjalanan,air berubah sesuai pencemaran, belum lagi sampah yang terus menumpuk,dan seakan mencegah air itu mengalir.
dari sebuah celah kecil,air selalu lolos dan membesarkan diri di titik terendah,,
bersama lumpur, air terus mengalir,
lalu di hilir, di satukan oleh laut.
di sana, air seragam warnanya.
lalu matahari menyinari dengan panasnya, di tiap sudut kehidupan, air terangakat menjadi uap,lalu awan menampung dan mendinginkan dan dia jernih kembali. dan angin membawanya pergi, kemana dia suka.
lalu air turun menjadi hujan,dan seragam kembalilah dia bersama tanah,lalu akar akar manja, menyerapnya ke tanah,dan di simpan di perut bumi, sebagai kejernihan air.
lalu setelah di gali,maka timbullah kehidupan, dan semua cerita tumpah ruah di permukaan tanah,airpun terus beradaptasi dengan lingkungan,dan pikiran pikiran manusia, tak ubahnya seperti perjalanan air.
dari jernih, ke kotor. dan terus menerus begitu.
kadang bersih kadang kotor,
tapi kan kita punya pikiran, masa harus punya sifat seperti air,kalau manusia sech, tergantung tekat dan kemauan yang kuat.
kalau imannya kuat ,ya minimal tidak terbawa suasana, dan adat yang salah.
maka muncullah agama, yang meluruskan jiwa jiwa yang membangkang.
dan dari ngaji kuping, saya pernah mendengar"agama Islam adalah agama yang paling tinggi nilainya.tidak ada agama yang lebih tinggi selain Islam.
lalu dari proses itu, mengalir deraslah air,
kehidupan tuch seperti belajar pada air sungai.
di hulu, begitu bening,di tengah perjalanan,air berubah sesuai pencemaran, belum lagi sampah yang terus menumpuk,dan seakan mencegah air itu mengalir.
dari sebuah celah kecil,air selalu lolos dan membesarkan diri di titik terendah,,
bersama lumpur, air terus mengalir,
lalu di hilir, di satukan oleh laut.
di sana, air seragam warnanya.
lalu matahari menyinari dengan panasnya, di tiap sudut kehidupan, air terangakat menjadi uap,lalu awan menampung dan mendinginkan dan dia jernih kembali. dan angin membawanya pergi, kemana dia suka.
lalu air turun menjadi hujan,dan seragam kembalilah dia bersama tanah,lalu akar akar manja, menyerapnya ke tanah,dan di simpan di perut bumi, sebagai kejernihan air.
lalu setelah di gali,maka timbullah kehidupan, dan semua cerita tumpah ruah di permukaan tanah,airpun terus beradaptasi dengan lingkungan,dan pikiran pikiran manusia, tak ubahnya seperti perjalanan air.
dari jernih, ke kotor. dan terus menerus begitu.
kadang bersih kadang kotor,
tapi kan kita punya pikiran, masa harus punya sifat seperti air,kalau manusia sech, tergantung tekat dan kemauan yang kuat.
kalau imannya kuat ,ya minimal tidak terbawa suasana, dan adat yang salah.
maka muncullah agama, yang meluruskan jiwa jiwa yang membangkang.
dan dari ngaji kuping, saya pernah mendengar"agama Islam adalah agama yang paling tinggi nilainya.tidak ada agama yang lebih tinggi selain Islam.
Komentar
Posting Komentar