berpaling
Dia, menyepi di jalan buntu, berjalan di sudut sepi.
Mungkin pikirnya, Sang Pencipta itu tak ada, sehingga dia mencari sosok yang lebih hebat lagi.
Terlihat, di kanan kirinya, anak anaknya lenyap di telan perbedaan. Mungkin banyak yang kecewa padanya tapi dia mencari tentram yang entah apa bentuknya.
Di dunia yang ramai, dia asik di jalan buntu, mungkin di pikirannya, jalan buntu itu adalah lautan.
Dan nyata berkata, bahwa jalannya itu tembok yang kokoh lagi sepi.
Dan, entah sampai kapan dia akan kembali menatap,menatap Islam yang indah menentramkan
Tulisan ini saya tulis karena prihatin akan keputusan aktor film LS
Komentar
Posting Komentar