Postingan

 Pagi, tiba-tiba punya profesi sebagai tukang sapu, agak siang terkadang menjadi pengangguran dengan main hp terus,atau bahkan ketika siang seperti ojek online,memburu makanan dengan membelah kemacetan dan berakrab ria dengan suara sirine kereta api. Siang itu panasnya agak menyengat sekali Setelah sampai terkadang di minta foto copy berkas, lalu suara adzan sudah lewat,dan pergi pulang ke rumah guna menunaikan ibadah sholat zhuhur Dan kembali ke tempat kerja, berakrab ria lagi dengan lantai yang kotor,bak mandi yang kosong dan setumpuk cucian bekas makan. Itulah pekerjaan yang terkadang sibuk. Tapi tidak setiap hari sih Dan yang namanya dunia kerja, konflik tetap ada. Terkadang juga saya melawan kalau keterlaluan, tapi ya begitulah, namanya bawahan, respon perlawanan saya menjadi petir di siang bolong. Di cecar, dipojokkan dengan kesalahan yang kalau di sikapi dengan bijak,bisa di maklumi. Tapi itulah dunia kerja, sekecil apapun kesalahan,di tangan orang yang kurang Arif,maka gege...
 wajah keibuan  mungkin ketika umur mu 20an, kamu itu sangat mempesona, sekarang, perlahan kecantikan mu perlahan memudar di bawa waktu, tapi bentuk sebagai orang tua, kamu itu meneduhkan banget  saya lihat foto mu, kamu itu tempat ternyaman buat anakmu dan kamu, adalah tempat terteduh buat suami mu  sangat nyaman iya. pemikiran sekarang menyatu, cinta tertumpah ruah kedalam sanubari mu. saya yakin,dia yang di belakang mu, sangat bertanggung jawab dan penuh jiwa raga nya cinta mati ke kamu. Insha Allah 😁🙏 chat kita saya jadikan tulisan.hehe saya taruh di Facebook saya. terimakasih untuk keteduhan yang kamu tampakkan lewat ademnya wajahmu dalam potret terkadang kalau ada hal unik,jari ini ingin bergerak,berselaras dengan akal,guna mencapai indah lewat kata

bertutur

Bertutur Dalam Wacana Langkah saya selalu saja lambat. Mungkin memang harus punya cerita berbeda. Sebuah langkah orang yang benar benar biasa.  Saya tidak pandai bertutur dalam bicara. Saya cuma bisa menjadi pendengar Dan apa yang di obrolkan menjadi pelajaran berharga buat saya.  Terkadang saya suka di landa rindu,manakala menemukan wajah lama dalam berbagai bentuk,kemudian hening menuntun saya tuk bicara dalam bahasa aksara.  Duh lalu,ramahmu masih sangat lekat. Saya tidak banyak menyimpan fhoto,cuma tulisan yang kadang menerbangkan ingatan saya ke biru putih Dan putih Abu. Selebihnya saya hanya berkawan dengan jalanan Dan sorot Mata tajam penuh curiga.  Lalu sempat menyampaikan saya ke dalam dunia sejuk,yang tak jauh Dari keringat,tapi nyamannya begitu mengangkat harkat.  Saya banyak di tinggalkan kawan,terkadang saya trauma Dan hanya bersembunyi dalam rutinitas,lalu wajah lama,kembali menterjemahkan,agar silaturahmi itu tetap terjaga.  Hasilnya Ada y...

menjadi yang tak dinginkan

Gw banyak di blokir sama orang baru beberapa detik di kenal.. Terus gw juga di blokir oleh teman2 yang sudah di kenal.  Ini gw yang salah atau kehadiran gw yang salah.  Semoga saja di kehiduapan gw yang sedikit berbeda bisa membuat arti bagi orang lain.  Jujur saja saya tak berani berharap ke siapapun. Saya hanya punya diri sendiri orang tua saudara yang begitu murni mencurahkan kasih sayangnya. Terhadap orang lain, 😞 saya ragu

CLTL

Cerita lama terulang lagi.  Kesusahan,risau,galau kadang mampirnya ke saya. Tumpah dech deritanya,lalu saya jadi pendengar yang baik. Walau saya tahu endingnya seperti apa tapi demi kemanusiaan saya tetap menghargainya.  Saya dengarkan ceritanya,lalu dia minta pendapat,pun saya kasih pendapat.  Memang kejujuran dan kebenaran itu kadang tak menyenangkan. Tapi saya sech saya sampaikan saja.  Lalu seperti demam, dia menghubungi saya terus bak kekasih mesra,saya sech saya angon terus.  Lalu tibalah solusi terjawab,penghidupan mulai menepi,kemuadian dia kembali ke asalnya. Sikap yang bertolak belakang dengan saya yang basic nya sederhana.  Kini pekerjaan dapat,kepercayaan diri dapat,ya bisa berpijaklah di kaki sendiri,tibalah saya seperti datangnya iklan yang sering tidak di butuhkan.Dan saya juga enggan menyaksikan kecantikanmu yang bukan untukku.  Saya tidak rela membiarkan diri ini menjadi pecundang. Saya tak pernah mengundang,kalau sudah tak perlu ya s...

saat

Semua hadir lagi bagai debu dan daun yang berterbangan. Menyapu sesaat  dari kerumunan daun daun. Dan  pohon yang daunnya sudah menguning,perlahan jatuh terseret angin. Tiap tiap daun jatuh,maka seperti doa doa yang tercurah. Dan bumi mendengar,langitpun itu nyaring tersentuh.

bicara rindu

Ada satu rindu, yang terus menerus dipupuk.  Sebuah rindu yang entah mengantarkannya sampai batas apa?  Sudah berkali ingatan itu di buang,tertumpuk oleh waktu,  Tapi sudut sunyi,mengantarkan kenangan itu lagi.  Ibarat sebuah buku, maka kusamlah dia,warnanya menguning di makan usia,  Tapi rindu tetaplah hijau berbentuk putih abu.  Sebuah rindu yang entah sampai kapan mengawal ingatan.  Hati ini tetap sama seperti belasan tahun silam.  Sentuhan kekinian, tak mampu memudarkan rasa ini.  Dan entah sampai kapan ujung rindu ini.  Sia sia atau kah berakhir seperti cerita rekaan dalam novel. #efek nonton aadc.