CLTL
Cerita lama terulang lagi.
Kesusahan,risau,galau kadang mampirnya ke saya. Tumpah dech deritanya,lalu saya jadi pendengar yang baik. Walau saya tahu endingnya seperti apa tapi demi kemanusiaan saya tetap menghargainya.
Saya dengarkan ceritanya,lalu dia minta pendapat,pun saya kasih pendapat.
Memang kejujuran dan kebenaran itu kadang tak menyenangkan. Tapi saya sech saya sampaikan saja.
Lalu seperti demam, dia menghubungi saya terus bak kekasih mesra,saya sech saya angon terus.
Lalu tibalah solusi terjawab,penghidupan mulai menepi,kemuadian dia kembali ke asalnya. Sikap yang bertolak belakang dengan saya yang basic nya sederhana.
Kini pekerjaan dapat,kepercayaan diri dapat,ya bisa berpijaklah di kaki sendiri,tibalah saya seperti datangnya iklan yang sering tidak di butuhkan.Dan saya juga enggan menyaksikan kecantikanmu yang bukan untukku.
Saya tidak rela membiarkan diri ini menjadi pecundang. Saya tak pernah mengundang,kalau sudah tak perlu ya sana jauh jauh dari hidupku.
Ogah. Banget menyaksikan keindahan yang bukan di khususkan terhadapku.
Saya tidak mau menyakiti diri sendiri demi melihat kemolekkanmu yang wara wiri di berandaku.
Masih banyak hal positif yang bisa saya lakukan.
Sebenarnya saya ingin tetap berkomunikasi, tapi jika buat menjadi penonton pasif saya no.
Saya adalah aksara,yang ingin menulis dengan arti,saya bukan penonton yang hanya mau melihat pertunjukan baju di balut gemulai pemiliknya
Komentar
Posting Komentar