sisi penonton

Setiap hari saya di suguhi oleh tingkah muda mudi. Yang matanya masih polos.
 Hidupnya masih ringan. Bercanda dan bertatap wajah dengan sang pujaan hati.
 Entah bagaimana jika memasuki jenjang yang lebih serius lagi.
 Lalu saya melihat,orang orang yang sudah menikah, tak lagi kata bersantai,seakan di otaknya adalah mencari rezeki saja. Lalu singgahlah dia di warung terbuka milik emakku.
 Dia nampak santai bersama keluarganya. Adem banget melihatnya.
 Lalu saya juga membaca fb milik beberapa teman yang sudah pisah dengan pasangannya. Yach nampak gimana gitu.
 Ah hidup, banyak sekali menuturkan cerita.
 Saya sendiri masih asik saja menjadi penonton.
 Langkah hidup saya begitu lambat. Mungkin di buat lambat.
 Orang sudah punya segalanya malah saya baru memulai. Bukannya malas. Hanya kesempatan yang di pergilir.
 Berbagai hasil hampa,memaksa diri ini harus berbijak diri.
 Semoga ada ending yang manis untuk sabar yang menjadi belantara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bertemankan sapu

suasana malam