sekedar bicara
Angin itu, di rasakan manfaatnya,di rasakan kehadirannya tapi tidak terlihat.
Angin itu tak di rindukan tapi senantiasa hadir di mana saja berada.
Angin itu tak pernah marah walau tak ada yang menyapa.
Hanya orang orang kesepian saja, angin itu begitu akrab menyapa.
Angin itu meredam panas,angin juga masuk kebadan dan bernama udara.
Angin itu identik dengan ketinggian, dan tidak malu ketika berada di bawah.
Angin itu ikhlas,
Angin itu berjiwa besar
Angin itu tak memiliki kesombongan
Angin itu menentramkan juga kadang menyesakkan kalau badan tidak sehat.
Dan di manapun angin,selalu memberi hidup pada yang hidup.
Dan Allah itu puncak kebijaksanaan.
Walau di ingkari tapi tetap memberi tanpa di minta.
Karena apa? Allah tuch Maha Kaya.
Walau tak di cinta, tapi masih memberi bahagia secara tiba tiba.
Sudahkah kita mencontoh prilaku angin?
Yang saya lihat, sombong begitu menggunung, orang biasa tuch sungguh tak terlihat,oleh karena itu,
Suaranya tak terdengar, lelah tak terlihat.
Dan saya juga melihat, begitu banyak orang kaya yang takut hartanya di minta,
Sedekah itu kecil bagi kita,besar bagi yang membutuhkan.
Kalau tak membayar zakat, rezekinya di makan burung, wereng, hama, atau musibah dan penyakit.
Saya sebagai orang biasa, alhamdulillah tidak di kasih kaya sebab apa? Mungin jika saya di kasih kaya, mungkin bisa zolim terhadap orang miskin. Karena belum kuat di kasih amanah besar.
Kalau menjadi orang biasa itu bisa ngaji diri.
Sekarang,cukup sederhana saja.
Dan saya sering mendengar ini"yang namanya kaya, susah senangnya Ingat Allah".memang kalau menjadi kaya, bisa selalu ingat Allah?belum tentu.
Kalau ingat Allah,yang namanya orang miskin pasti sejahtera dan tidak miskin lagi. Sebab zakatnya benar.
#sekedar penyampaikan nalar antara di nyata dan ngaji kuping.
Angin itu tak di rindukan tapi senantiasa hadir di mana saja berada.
Angin itu tak pernah marah walau tak ada yang menyapa.
Hanya orang orang kesepian saja, angin itu begitu akrab menyapa.
Angin itu meredam panas,angin juga masuk kebadan dan bernama udara.
Angin itu identik dengan ketinggian, dan tidak malu ketika berada di bawah.
Angin itu ikhlas,
Angin itu berjiwa besar
Angin itu tak memiliki kesombongan
Angin itu menentramkan juga kadang menyesakkan kalau badan tidak sehat.
Dan di manapun angin,selalu memberi hidup pada yang hidup.
Dan Allah itu puncak kebijaksanaan.
Walau di ingkari tapi tetap memberi tanpa di minta.
Karena apa? Allah tuch Maha Kaya.
Walau tak di cinta, tapi masih memberi bahagia secara tiba tiba.
Sudahkah kita mencontoh prilaku angin?
Yang saya lihat, sombong begitu menggunung, orang biasa tuch sungguh tak terlihat,oleh karena itu,
Suaranya tak terdengar, lelah tak terlihat.
Dan saya juga melihat, begitu banyak orang kaya yang takut hartanya di minta,
Sedekah itu kecil bagi kita,besar bagi yang membutuhkan.
Kalau tak membayar zakat, rezekinya di makan burung, wereng, hama, atau musibah dan penyakit.
Saya sebagai orang biasa, alhamdulillah tidak di kasih kaya sebab apa? Mungin jika saya di kasih kaya, mungkin bisa zolim terhadap orang miskin. Karena belum kuat di kasih amanah besar.
Kalau menjadi orang biasa itu bisa ngaji diri.
Sekarang,cukup sederhana saja.
Dan saya sering mendengar ini"yang namanya kaya, susah senangnya Ingat Allah".memang kalau menjadi kaya, bisa selalu ingat Allah?belum tentu.
Kalau ingat Allah,yang namanya orang miskin pasti sejahtera dan tidak miskin lagi. Sebab zakatnya benar.
#sekedar penyampaikan nalar antara di nyata dan ngaji kuping.
Komentar
Posting Komentar