saat menjadi penonton

Ahhh waktu kok cepat berlalu,dengan sepenggal rutinitas.
 Jalanan selalu saja ramai.
 Penuh dengan Rasa bangga mengendarai motornya.
 Sedang saya masih asik berjalan sambil mendengarkan musik pembawa suasana.
Lagu lagu selalu memutar kata yang sama,otak dalam pikiran juga memutar ingatan yang sama.
 Dan kadang merasa menjadi seorang penonton.
 Saya banyak menyaksikan begitu beraneka ragamnya suasana hati.
 Saya masih saja menonton kehidupan Dan sesekali tersenyum pada yang menyapa saya.
Di sudut sepi,saya ingin berbincang sama teman sebangku di SMA,tapi saya masih saja tak paham akan cemburu, sehingga cacian itu begitu saja mengalir.
 Mungkinkah karena saya berkawan dengan lawan jenis? Sehingga sikap hangat itu tak terus tumbuh sampai waktu menuakan diri.
Aahhh, perasaan hidup saya penuh caci. Tapi ya sudahlah.
 Toh saya tak pernah merampok,merampas,menipu orang lain,buktinya saya tetap bebas menulis Dan menjadi penonton kehidupan.
Saya kadang merasa sepi,ingin rasanya bertatap muka dengan wajah yang bermata bening.
 Tapi lagi lagi saya bukan mahluk sempurna yang samapai saat ini masih saja melajang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bertemankan sapu

sisi penonton

suasana malam