mencoba menikmati ketidak berpihakkan

Saya menulis lagi dalam sendiri,ketika celoteh inspiratif di tv berlalu dengan cantik.
 Saya membayangkan,ketika putih abu abu di samakan bersama kondisi,semuanya setara mewarna.
 Kemudian waktupun berkesudahan,semua menyebar, mencari warnanya sendiri sendiri.
 Warna warni pun tercipta, dan ada yang berbinar becahaya,ada yang langkahnya diam seperti iklan rokok. Dan ujungnya bertanya,apa langkah kita selanjutnya? .
 Pikiran saya bilang,ketika kita sukses, tetap rendah hatilah. Ya paling tidak,itulah kesejukkan sesungguhnya.
 Bagi orang yang langkahnya diam,berusahalah. Biarkan caci maki itu ada. Toh kita perlu pahit kok. Pahit itu nikmat juga loh !
 Allah tuch ga pernah tidur loh,maka selalu ada jalan tuk orang orang yang selalu berusaha.
 Selagi kita di beri waktu,maka masih ada sukses meski menguras kesabaran.
 Ketika semua mata tak berpihak,maka berdirilah di antara kekecewaan dan nikmatilah,pandanglah orang sukses maka ketika waktunya pas,semua kepahitan akan
 menjadi indah. Nikmat banget loh cobaan itu.
 Maka pas sukses itu datang,berasa di sawah yang hijau di sore hari.sejuk banget kan?
 Itulah proses kesuksesan.
 Di telinga saya, berkali kali ada yang bilang," di sabarin aja pasti ketemu kok" dan waktupun bilang yang sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bertemankan sapu

sisi penonton

suasana malam