Pagi, tiba-tiba punya profesi sebagai tukang sapu, agak siang terkadang menjadi pengangguran dengan main hp terus,atau bahkan ketika siang seperti ojek online,memburu makanan dengan membelah kemacetan dan berakrab ria dengan suara sirine kereta api.

Siang itu panasnya agak menyengat sekali

Setelah sampai terkadang di minta foto copy berkas, lalu suara adzan sudah lewat,dan pergi pulang ke rumah guna menunaikan ibadah sholat zhuhur

Dan kembali ke tempat kerja, berakrab ria lagi dengan lantai yang kotor,bak mandi yang kosong dan setumpuk cucian bekas makan. Itulah pekerjaan yang terkadang sibuk. Tapi tidak setiap hari sih

Dan yang namanya dunia kerja, konflik tetap ada. Terkadang juga saya melawan kalau keterlaluan, tapi ya begitulah, namanya bawahan, respon perlawanan saya menjadi petir di siang bolong. Di cecar, dipojokkan dengan kesalahan yang kalau di sikapi dengan bijak,bisa di maklumi. Tapi itulah dunia kerja, sekecil apapun kesalahan,di tangan orang yang kurang Arif,maka gegerlah di semua kantor

Di hari itu saya merasa cape banget,dan malamnya saya menjadi pengasuh bocah. Terkadang rewel,lucu, ngeselin,dan terkadang sayang banget sama keponakan

Dengan adanya keponakan yang ortu sudah berpisah ,saya mulai belajar mengasuh bocah,belajar tentang rumah tangga, belajar menjadi orang tua

Dan tiba tiba semua ide untuk menulis hilang.

Mengetik apa lagi ya

Semoga bermanfaa

t? ....,.ermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bertemankan sapu

sisi penonton

suasana malam