Postingan

bertutur

Bertutur Dalam Wacana Langkah saya selalu saja lambat. Mungkin memang harus punya cerita berbeda. Sebuah langkah orang yang benar benar biasa.  Saya tidak pandai bertutur dalam bicara. Saya cuma bisa menjadi pendengar Dan apa yang di obrolkan menjadi pelajaran berharga buat saya.  Terkadang saya suka di landa rindu,manakala menemukan wajah lama dalam berbagai bentuk,kemudian hening menuntun saya tuk bicara dalam bahasa aksara.  Duh lalu,ramahmu masih sangat lekat. Saya tidak banyak menyimpan fhoto,cuma tulisan yang kadang menerbangkan ingatan saya ke biru putih Dan putih Abu. Selebihnya saya hanya berkawan dengan jalanan Dan sorot Mata tajam penuh curiga.  Lalu sempat menyampaikan saya ke dalam dunia sejuk,yang tak jauh Dari keringat,tapi nyamannya begitu mengangkat harkat.  Saya banyak di tinggalkan kawan,terkadang saya trauma Dan hanya bersembunyi dalam rutinitas,lalu wajah lama,kembali menterjemahkan,agar silaturahmi itu tetap terjaga.  Hasilnya Ada y...

menjadi yang tak dinginkan

Gw banyak di blokir sama orang baru beberapa detik di kenal.. Terus gw juga di blokir oleh teman2 yang sudah di kenal.  Ini gw yang salah atau kehadiran gw yang salah.  Semoga saja di kehiduapan gw yang sedikit berbeda bisa membuat arti bagi orang lain.  Jujur saja saya tak berani berharap ke siapapun. Saya hanya punya diri sendiri orang tua saudara yang begitu murni mencurahkan kasih sayangnya. Terhadap orang lain, 😞 saya ragu

CLTL

Cerita lama terulang lagi.  Kesusahan,risau,galau kadang mampirnya ke saya. Tumpah dech deritanya,lalu saya jadi pendengar yang baik. Walau saya tahu endingnya seperti apa tapi demi kemanusiaan saya tetap menghargainya.  Saya dengarkan ceritanya,lalu dia minta pendapat,pun saya kasih pendapat.  Memang kejujuran dan kebenaran itu kadang tak menyenangkan. Tapi saya sech saya sampaikan saja.  Lalu seperti demam, dia menghubungi saya terus bak kekasih mesra,saya sech saya angon terus.  Lalu tibalah solusi terjawab,penghidupan mulai menepi,kemuadian dia kembali ke asalnya. Sikap yang bertolak belakang dengan saya yang basic nya sederhana.  Kini pekerjaan dapat,kepercayaan diri dapat,ya bisa berpijaklah di kaki sendiri,tibalah saya seperti datangnya iklan yang sering tidak di butuhkan.Dan saya juga enggan menyaksikan kecantikanmu yang bukan untukku.  Saya tidak rela membiarkan diri ini menjadi pecundang. Saya tak pernah mengundang,kalau sudah tak perlu ya s...

saat

Semua hadir lagi bagai debu dan daun yang berterbangan. Menyapu sesaat  dari kerumunan daun daun. Dan  pohon yang daunnya sudah menguning,perlahan jatuh terseret angin. Tiap tiap daun jatuh,maka seperti doa doa yang tercurah. Dan bumi mendengar,langitpun itu nyaring tersentuh.

bicara rindu

Ada satu rindu, yang terus menerus dipupuk.  Sebuah rindu yang entah mengantarkannya sampai batas apa?  Sudah berkali ingatan itu di buang,tertumpuk oleh waktu,  Tapi sudut sunyi,mengantarkan kenangan itu lagi.  Ibarat sebuah buku, maka kusamlah dia,warnanya menguning di makan usia,  Tapi rindu tetaplah hijau berbentuk putih abu.  Sebuah rindu yang entah sampai kapan mengawal ingatan.  Hati ini tetap sama seperti belasan tahun silam.  Sentuhan kekinian, tak mampu memudarkan rasa ini.  Dan entah sampai kapan ujung rindu ini.  Sia sia atau kah berakhir seperti cerita rekaan dalam novel. #efek nonton aadc.

langit abu abu

ada hari-hari di mana rasanya langit itu nggak berwarna biru, tapi cuma abu-abu

saat

Waktu terus Saja berganti. Musim hilir mudik di pergilir oleh sebuah sempat. Zaman zaman bertutur dalam bising. Cerita cerita tercipta Dan menjadi headline di tiap hari. Senyum gembira,duka Lara,datang begitu saja Tanpa  di terka. Ahh rupanya wajah tak  bisa membohongi waktu. Dan tiap lalu, Ada masa depan yang menimbang harmony.